Tips Merawat Anakan Burung Dara Secara Maksimal

Pasukanburung.com– Sebelum burung dara menjadi mandiri dan dewasa, harus terlebih dahulu melalui proses telur yang kemudian menetas dan menjadi anakan. Nah, bagi sobat yang ingin tahu cara merawat merpati anakan supaya menjadi dara yang sehat dan berkualitas, yuk simak artikel ini sampai selesai.

Tips Merawat Anakan Burung Dara

Tips Merawat Anakan Burung Dara

Cara Perawatan Anakan Burung Dara

Anakan burung dara menetas saat dieram selama 18-20 hari. Jika hari ke 22 telur tidak menetas , berarti telur tersebut kopyor/tidak bisa menetas dan burung akan meninggalkan telurnya. Setelah telur burung dara menetas, kemudian anakan dara akan keluar dari Ketabang atau cangkang telur.

Anak burung dara, yang baru saja menetas masih sangat lemah. Tidak seperti anakan hewan lain yang kuat meskipun baru menetas. Karena terlalu lemah anak burung dara yang baru menetas tidak bisa membuka mata. Oleh karena itu sebaiknya kita biarkan saja anakan burung dara tersebut berada didekat bersama induknya agar tetap terjaga dan hangat.

Pada minggu awal, anak burung dara sudah bisa mengerakkan kepalanya untuk mendapatkan asupan makanan, tetapi belum mampu melindungi diri dari disekitarnya, seperti cuaca, predator ataupun faktor lainnya. Pada umur 10 hari, bulu-bulu jarum mulai muncul dan anak burung dara ini sudah mampu awas terhadap keadaan sekeliling serta mampu mengetahui adanya pihak pengganggu atau predator.

Anak burung akan berusaha menghalau pengusik ini dengan membuka paruhnya. Anakan burung dara sepenuhnya masih bergantung pada pemberian makan dari sang induk sampai berumur 3 minggu.

Dalam kurun waktu 3 minggu awal pasca telur menetas, terdapat kemungkinan anak burung dara tidak dirawat dengan baik oleh induknya. Sehingga burung memiliki resiko mati selain karna disebabkan faktor predator.

Penyebabnya adalah anakan burung dara yang aktif akan makan atau mengambil makanan dari mulut induk dengan lebih agresif sehingga akan lebih dulu kenyang.

Memperhatikan secara rutin perkembangan anakan burung dara anda, mulai dari pertumbuhannya, kesehatan anakan, dan kebersihan kandangnya. Saat fase memberikan makan dari mulut induk (meloloh) merupakan masa dimana kandang burung dara cenderung akan cepat kotor dan cepat lembab.

Untuk itu pengontrolan hendaknya dilakukan secara intens dan berkala agar anda bisa mengetahui waktu yang baik untuk membersihkan kandang.

Baca Juga:

7 Cara Efektif Penambah Nafsu Makan Burung Dara

Kunjungi Burung Dara Lapak Ada Disini Nih

Pada umumnya anakan yang menetas lebih dulu akan menjadi lebih aktif dan berkembang lebih cepat daripada yang menetas selanjutnya. Semakin besar anak burung dara, semakin bertambah keserakahannya untuk mendapatkan makanan.

Barulah setelah berumur 5 minggu keadaan itu berhenti, karena anakan burung dara mulai dapat mencari makan sendiri dan fisiknya telah berbulu penuh memungkinkan untuk lebih mandiri.

Menginjak umur dua bulan saja, anakan burung sudah bisa berjalan, berlari dan berusaha terbang jarak pendek. Sebab itu secara alami membuat anakan burung dara bisa terbang dan berlari. Hanya periode umur tiga-empat bulan, anak burung tersebut belum bisa makan sendiri. Meski sesekali bisa mematuk makanan seperti jagung.

Tapi tetap saja dengan bertambahnya usia dan pembelajaran dari sang induk, secara naluri menginjak usia ke 4 bulan sudah bisa makan dan terbang sendiri.

Periode ini umumnya, masa dimana anak burung dara belajar banyak, seperti memperhatikan burung dewasa lain saat terbang, melihat lingkungannya, dan sesekali mencoba uji nyali dengan cara membuat onar pada burung lain.

Pada saat anakan burung dara sudah mulai mandiri dan meninggalkan sarang, maka burung jantan akan tetap memberinya makan sekitar 10 hari setelah fase meloloh.

Dalam masa ini burung betina sudah siap untuk kembali bertelur. Kemudian kedua pasang burung dara ini akan kembali sibuk dengan membuat sarang, bertelur, mengerami telur, dan kembali memberi makan anak burung yang baru lahir.

Hal hal yang saya sampaikan diatas, adalah berdasarkan pengalaman penulis selama beternak burung dara, jika ada yang kurang mohon dapat memberikan saran, semoga bermanfaat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *