Menetaskan Telur Burung Merpati, Ini Caranya…

Menetaskan Telur Burung Merpati, Ini Caranya...

Pasukanburung.com– Pada postingan ini penulis kembali berbagi trik tentang burung dara yang biasa diternak oleh para penghobi burung atau merpati. Kali ini kita akan bahas Tips cara menetaskan telur burung dara?

Budidaya burung dara yang biasa kita ketahui ada 3 macam yaitu burung dara hias, burung dara balap, dan burung dara pedaging atau potongan. Burung dara ini dapat dibudidayakan di sarang khusus yang tenang dan terjaga.
Setelah cukup umur, burung dara akan memilih pasangan, lalu memulai pembauran. Kemudian burung dara betina akan bertelur. Anda diwajibkan mengurus telur tadi agar presentasi menetasnya makin tinggi.

Burung dara memiliki telur berbentuk oval berwarna putih kecoklatan. Burung dara betina biasanya dapat menghasilkan telur sebanyak 2-3 butir. Kemudian burung akan meletakkan telurnya di ranting-ranting pepohonan yang telah disusun menjadi sangkar untuk bertelur. Setelah itu burung dara akan mengerami telur tersebut hingga menetas. Waktu yang dibutuhkan hingga telur burung dara menetas adalah 16 hari.

1. Penentuan Dara Indukan

Jika ingin menghasilkan anakan burung dara berkualitas baik, belilah indukan yang berkualiatas. Tentu saja kualitas juara dari burung dara ini akan menurunkan sifat genetik yg baik pula. Pada klasifikasi pemilihan indukan perlu adanya pemilihan yang tepat pada anakannya agar sesuai dengan keinginan jika ingin mengembangkan jenis tertentu; burung merpati hias, burung merpati balap, dan burung dara pedaging atau potongan. Sebagai contoh merpati balap, pemelihara harus memilih indukan yang tanggap terhadap perintah, pemberani dan mampu terbang dengan kencang.

2. Persiapan Sarang Telur

Peternak burung dara harus menyediakan sarang untuk tempat menetaskan telur burung dara dengan aman dan nyaman. Sarang ini terbuat dari papan kayu yang berbentuk kotak. Kemudian letakkan bahan-bahan alami sebagai alasnya seperti rumput-rumput kering dan ranting pepohonan. Bahan-bahan ini disusun atau biarkan burung dara tersebut sendiri menyusunnya. Hal terpenting peternak burung dara harus mengecek agar bagian dasar kotak telur tetap memperoleh sirkulasi udara yang baik, tidak terlalu rapat atau terlalu jarang.

Baca Juga:

Tips Merawat Anakan Burung Dara Secara Maksimal 

7 Cara Efektif Penambah Nafsu Makan Burung Dara

3. Pemilahan Telur

Telur burung dara memiliki ukuran yang berbeda-beda. Semakin besar ukuran telur, semakin bagus pula telur tersebut dikarenakan embrio burung dara yang berkualitas. Telur yang mengandung lebih banyak albumin biasanya akan menetas dan berkembang menjadi burung merpati jantan. Telur ini umumnya berbentuk oval. Sementara sebaliknya, telur burung dara yang kecil dan cenderung bulat akan menghasilkan burung dara betina. Pilih dan pisahkan antara telur yang kopong dan telur yang mengandung embrio serta bobot telur yang lebih berat untuk ditetaskan.

4. Persediaan Burung Pengasuh

Burung dara yang akan menjadi burung pengasuh secara tidak langsung berperan besar akan menurunkan ciri baik yang dimilikinya. Apalagi burung merpati jenis balap. Sesudah telur menetas, maka burung dara pun secara natural menghasilkan kelenjar susu. Kelenjar inilah yang akan mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anakan burung dara yang diasuhnya. Peternak harus mengurus burung dara pengasuh sebaik mungkin dengan memberikan asupan vitamin yang tercukupi.

5. Masa Mengeram

Rata-rata selama 16 hari bagi telur merpati untuk dapat menetas. Jadi selama rentang waktu tersebut, kalian harus tetap mengontrol perkembangannya. Lakukan pemeriksaan pada hari ke 4 mas eram, di mana semestinya sudah muncul guratan-guratan benang darah di dalam dinding telur. Kemudian pada hari ke 10 masa mengeram, telur sudah timbul warna hitam pekat. Setelah itu, pada hari ke 14-15 periode mengeram, anakan burung dara mulai mematuk-matuk dinding telur untuk keluar. Barulah pada hari ke 16 masa eram, anakan tersebut sudah cukup kuat dan berhasil keluar dari telur.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *